Feeds:
Posts
Comments

Mesin Scania

Scania K420 sound

MAN in action

Mercedes-Benz Sound

video bus-bus luar negeri

PO. Putra Luragung bermesin MitsubishiP
Putra LuragungPO. Putra Luragung bermesin Mitsubishi
O. Putra Luragung bermesin Mitsubishi

Ditengah semaraknya kompetisi mesin bus dengan beragam fiturnya, namun justru ada beberapa pabrikan mesin yang mulai menghilang dari peredaran. Masuknya mesin-mesin anyar asal Eropa seperti Scania, MAN dan Volvo dan mesin Korea, Daewoo yang sudah banyak dipakai untuk Busway Transjakarta menambah aroma dan ragam bus yang seolah berkampanye di pentas jalan raya.

 

Hino, salah satu pabrikan asal Jepang yang tentu sudah akrab di telinga kita terus melakukan inovasi dan perbaikan performa mesinnya. Mulai dari seri AK, RK, RG dan yang terbaru RK8/260 Euro2, Hino terus eksis memadati jalanan pantura dan mengepakan sayapnya di negeri ini, sehingga slogan “jagoan cari duit” masih patut dilekatkan. Bahkan popularitas Hino terus menanjak di mata para pengusaha otobus yang ditengarai dengan banyaknya perusahaan otobus (PO) yang mulai memakai pabrikan Jepang ini padahal sebelumnya terkenal komitmen terhadap salah satu merek asal Eropa.

 

Demikian juga Mercedes-Benz, vendor mesin bus yang berpusat di Stuttgart, Jerman telah melekat bertahun-tahun di hati masyarakat Indonesia dan menjadi semacam ikon standar kenyamanan sosok kendaraan besar ini. Di era 80 sampai 90-an bus berlambang bintang tiga-brand image milik Mercedes Benz-begitu mendominasi di kelas premium (Eksekutif dan Super Eksekutif). Anda mungkin pernah merasakan seri-seri bus Mercedes Benz mulai dari OF/mesin depan, OH1314, OH1518 Prima Intercooler, Oh1521, dan seri terbaru di Indonesia OH1525 yang diklaim lulus standar uji emisi gas buang EURO2. Seri OH menunjukan bus dengan mesin belakang.

 

Tingginya animo masyarakat ditambah sugesti kenyamanan yang ditawarkan Mercedes-Benz tentunya menjadi pertimbangan serius para pengusaha otobus. Sebut saja nama-nama seperti Lorena & Karina (Bogor), Raya (solo), Nusantara (Kudus), Safari Dharma Raya OBL (Temanggung) dan Efisiensi (Kebumen/Cilacap) adalah PO-PO yang armadanya didominasi Mercedes-Benz. Mereka juga beramai-ramai menonjolkan atribut merek ini pada setiap armadanya.

Lantas, kemana mesin-mesin Mitsubishi Fuso, Nissan Diesel dan Perkasa? Apakah mereka masih eksis hingga hari ini? kalau yang dimaksud sekedar “masih dijumpai” saya yakin masih, katakanlah sebagai stok lama. Namun apakah mereka masih beredar dengan memasarkan produk baru atau mengeluarkan varian berbeda? Kelihatanya ini merupakan kabar tak mengenakan bagi penggemar dan pemakai ketiga mesin tersebut. Untuk kategori light bus atau bus 3/4, Mitsubishi masih tampil bahkan mendominasi. Sumber Kencono, Putra Luragung, Dahlia Indah, Tri Kusuma dan masih banyak lagi yang menggunakan Mitsubishi Fuso. Mira & Sinar Pasundan dahulu punya banyak Nissan Diesel CB dan RB, sementara Sumber Alam punya koleksi Perkasa cukup banyak. Mudah-mudahan mereka segera meluncurkan produk baru dan kembali meramaikan kompetisi antar mesin bus di Indonesia.

 

Bagian III : Menikmati Perjalanan Pasca Jambore

t001-029.jpg

Sampai Jumpa PO. Nusantara

Acara Jambore Nasional 1 Bismania Community menuai sukses luar biasa. Wajah-wajah puas terlihat dari para bismania yang hadir dari seluruh pelosok tanah air muali dari DKI Jakarta, Bogor, Bandung, Cilacap, Jogja, malang dan Bali. Rasa lelah setelah seharian penuh beraktifitas terkalahkan oleh euforia yang mendalam para bismania.

Setelah berpamitan dan menyampaikan ucapan terima kasih, tibalah saat berbenah untuk kembali ke daerah asal masing-masing. Saya sendiri akan ikut menumpang bismania kontingen Ibu Kota dengan sebuah bus Scania yang disediakan secara khusus oleh PO. Nusantara dan rencananya sampai kota Semarang dan melanjutkan perjalanan pulang ke Cilacap. Bus eksekutif itu mulai memasuki area dimana kami sudah berkumpul menunggu, sebagai ikatan persahabatan kami menempelkan stiker Bismania Community pada bus tersebut. Setelah itu satu persatu para bismania naik memasuki bus.

 

Pulang Naik Bus Scania

Dibarengi lambaian tangan semua crew pool PO. Nusantara sebagai tanda perpisahan dan ungkapan selamat jalan, bus perlahan bergerak meninggalkan poll tersebut, sebuah tempat yang tak akan pernah terlupakan oleh bismania sepanjang masa. Setelah sebelumnya melakukan test drive bus Scania, inilah kali pertama saya naik sebagai penumpang dengan jarak yang lebih jauh. Bus yang konon senyaman sedan ini benar-benar saya nikmati yang setelah beberapa lama saya hanya melihat dan mengamati. Berencana untuk turun di Semarang, tetapi setelah merasakan yang satu ini saya berubah pikiran dan memutuskan untuk turun di kota Tegal dengan harapan menikmati perjalanan bersama kendaraan buatan Swedia ini lebih jauh dan lebih lama.

Scania memang menjadi master di jalan raya. Saya menyaksikan sendiri kehebatannya menundukan bus-bus lain di jalur pantura. Dengan mudahnya dan nyaris tanpa perlawanan ia menyalip kendaraan apa saja di depannya. Bahkan ketika memasuki Alas Roban kekuatan mesinnya terlihat dengan mendahului 3 bus sekaligus pada tanjakan. Memang slogan bahwa ia bukan sekedar bus terbukti.

Dengan badan bus Royal Coach SE buatan Adiputro yang besar panjang dan lebih tinggi dari rata-rata bus pada umumya bus Nusantara ini lebih lapang. Desian interior yang mewah seperti pesawat, seat yang bisa diatur, dan suspensi balon memanjakan para penumpangnya.

Sampai di terminal Tegal kira-kira jam 11 malam, saya harus turun untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Cilacap dengan bus lain. Berat langkah saya meninggalkan bus idaman ini. Seandainya masih punya banyak waktu luang, pasti saya akan ikut bus ini sampai Jakarta. Selanjutnya istirahat sebentar di terminal Tegal hingga datng bus Goodwill dari arah Cirebon dan ikut bus ini hingga sampai ke tempat asal. Terima kaih semuanya……kapan lagi ada momen indah seperti Jambore ini?

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers